Saat diri ini mulai memutuskan untuk mencintai seseorang berarti harus siap menerima semua konsekuensinya. Konsekuensi bagaikan efek samping dalam obat, entah baik atau tidaknya orang yang meminum obat tersebut harus menerimanya. Sulit kah? Tidak, bila kamu percaya padanya.
Sama halnya seperti cinta, ketika hati telah terpaut pada seseorang yang mampu menyita waktumu untuk memikirkannya, saat itulah kamu percaya padanya bahwa ia mampu mengisi ruang kehidupanmu.
Aku sendiri bagaimana? hehehe, it’s a difficult question. Tak banyak kalimat, ia (yang namanya telah tertera sejak ruhku ditiupkan, yang masih rahasia saat ini hingga nanti Allah mempertemukan aku dengannya) yang memiliki tujuan yang sama denganku. Tujuan? Ya, tujuan yang paling hakiki dalam kehidupan yang fana ini ialah bersama lebih dekat dengan-Nya, mencari ridho-Nya, dan menuju jannah-Nya.
Ketika hati telah memilihnya untuk bersama-sama mengarungi lautan baru, saat itulah ia menjadi teman sejati.
to be continued.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar