Assalamu'alaikum ukhti..
Kamu seperti bunga, indah.. yang indahnya seperti hati yang sedang berbunga.
Bagaimana kabarmu?
Semoga dirimu selalu berada dalam lindungan-Nya.
Ukhti, kamu tahu bahwa kita adalah saudara?
Meski kita jarang bertemu, kita tetaplah saudara.
Meski di antara kita ada yang malu untuk menyapa, malu untuk bertemu, kita tetaplah saudara.
Meski di antara kita akhirnya ada yang mundur dari jalan ini, kita tetaplah saudara.
Sepahit apapun itu, kita tetaplah saudara.
Tak ada alasan untuk memisahkan kita.
Aku menunggumu, di depan pintu surga.
Aku tak bisa masuk, ukhti...
Aku tak diizinkan masuk,
aku tak mau masuk neraka. Aku tak mau!
Aku mengetuk-ngetuk pintu surga, tapiii tak kunjung dibukakan.
Aku menggedor-gedornya, padahal di dalam sana aku mendengar suaramu ukhti...
Aku memanggil namamu, sekuat tenagaku...
Aku menunggumu untuk kau bukakan pintu untukku.
Dulu selagi di dunia kita bersama ukhti, kita berbaris dalam jamaah yang kokoh.
Bila kamu melihatku di neraka, aku mohon.. selamatkan aku!
Meski hati kita teramat jauh untuk bersua,
meski nyaris tak ada kata untuk bertemu.
Sudikah kau mendoakanku dengan rabithahmu?
Aku menyayangimu, saat pertama kali kita bertemu...
aku menunggumu.. untuk datang..
kumohon jangan mundur dari jamaah ini..
Bila dirimu merasa kesepian, datangi aku, tegur aku ukhti!
Hati-hati ini terasa tandus bila persaudaraan kita tak seperti magnet.
Semoga hati-hati kita berpadu dalam indahnya doa, pertemuan, dan husnudzon.
Aku menunggumu... Lebih jauh dari kata “menunggu”. Aku menantimu.
Menanti senyum manismu dan indahnya tawamu. ^_^
~ yang merindukanmu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar